Sabtu, 14 Mei 2011

Organisasi dan Sistem Informasi



Organisasi adalah struktur sosial resmi stabil yang memiliki sumber-sumber berasal dari lingkungan dan memproses sumber-sumber itu agar menghasilkan output.
Definisi behavioral organisasi adalah kumpulan hak, hak khusus, kewajiban, dan tanggung jawab yang harus dengan cermat diseimbangkan selama periode waktu tertentu melalui konflik dan resolusi konflik.

* Fitur fitur Umum Organisasi

Organisasi adalah birokrasi yang memiliki fitur-fitur “struktural” tertentu. Birokrasi yaitu organisasi formal yang memiliki pembagian yang jelas mengenai tenaga kerja, prosedur, dan aturan abstrak, dan pengambilan keputusan yang bersifat netral yang menggunakan kualifikasi teknis dan profesionalisme sebagai dasar kenaikan pangkat karyawan.

Karakteristik struktural semua organisasi :
1. pembagian tenaga kerja secara jelas
2. hierarki
3. prosedur dan aturan yang eksplisit
4. keputusan-keputusan yang bersifat netral
5. dasar kualifikasi teknis untuk posisi jabatan
6. efisiensi organisasi maksimum

* Rutinitas Dan Proses Bisnis

Organisasi memiliki kegiatan menyerap sumberdaya , mengolah serta memproduksi. rutinitas, merupakan SOP (Standar Operating Procedures) yang biasanya terdiri dari aturan, prosedur serta praktik yang telah dikembangkan untuk memenuhi keadaan yang diharapkan. Proses bisnis, merupakan sekumpulan dari rutinitas. Dengan mengamati proses bisnis kita akan dapat melihat/memahami bagaimana bisnis dalam perusahaan bekerja.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

Prosedur standar pengoperasian, aturan-aturan, prosedur dan praktik-praktik yang seksama yang dikembangkan oleh organisasi untuk dapat mencakup semua situasi yang mungkin dihadapi.

Politik organisasi, perbedaan-perbedaan ini menjadi persoalan bagi manajer dan karyawan, dan hasilnya adalah pergolakan politik, persaingan, dan konflik di dalam organisasi. Hambatan politik adalah salah satu dari sekian banyak kesulitan terbesar untuk membawa perubahan organisasi, khususnya perkembangan sistem informasi yang baru.

Kultur organisasi adalah kumpulan asumsi fundamental seperti itu mengenai produk apa yang harus dihasilkan organisasi, bagaimana prosesnya, di mana, dan untuk siapa.

Fitur fitur Khusus Organisasi
Fitur-fitur khusus organisasi meliputi struktur, sasaran, konstituensi, gaya kepemimpinan, tugas-tugas, dan lingkungan sekitar yang berbeda.

A. Tipe Organisasi

Struktur pengusaha, struktur sederhana dan dikelola oleh pengusaha yang bertindak sebagai direktur pelaksana tunggal. Contoh bisnis kecil baru.

Birokrasi mesin, birokrasi besar yang ada di lingkungan yang lambat berubah, menghasilkancommon Organisasi, semua organisasi memiliki beberapa fitur "struktural" serupa.
Birokrasi divisional, kombinasi dari bergam birokrasi mesin, masing-masing menghasilkan produk dan layanan yang berbeda, semuadikendalikan dari kantor pusat. Contohnya Perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Birokrasi professional, organisasi berbasis pengetahuan di mana bentuk barrang-barang produksi dan jasa tergantung pada keahlian dan pengetahuan para professional. Contohnya perusahaan hukum, rumah sakitadhokrasi, organisasi ‘satuan tugas’ yang harus merespon lingkungan yang berubah dengan pesat. Misalnya perusahaan konsulatan.

B. Lingkungan
Organisasi dan lingkungan memiliki hubungan timbal balik. Pada satu sisi, organisasi terbuka dan bergantung pada lingkungan social dan fisik disekitarnya. Di sisi lain, organisasi bias mempengaruhi lingkungannya. Perbedaan-perbedaan lain diantara organisasi antara lain :

Sasaran utama yang hendak dicapai dan tipe kekuatan yang digunakan untuk mencapainya. Ada yang menggunakan sasaran koersif (penjara) dan sasaran praktis (bisnis). Ada juga yang menggunakan sasaran normative (universitas).

Organisasai melayani kelompok dan memiliki wilayah yang beragam, sebagian memberi keuntungan bagi anggotanya, sebagian lagi memberikan keuntungan kepada klien, pemegang saham atau publiknya.

Sifat kepemimpinan dari tiap-tiap organisasi sangat berbeda satu sama lain. Satu organisasi mungkin cenderung demokratis atau otoriter daripada lainnya.

Tugas-tugas yang dijalankan dan teknologi yang digunakan. Sebagian organisasi menjalankan tugas-tugas rutin utama yang bias dikurangi menjadi aturan-aturan formal yang memerlukan sedikit keputusan, sementara yang lainnya memiliki tugas utama nonrutin.

Perubahan Sistem Informasi Dalam Organisasi

(a) Infrastruktur Teknologi Informasi dan Layanan Teknologi Informasi
Salah satu cara agar organisasi bisa mempengaruhi bagaimana teknologi informasi digunakan yaitu melalui keputusan-keputusan mengenai konfigurasi teknis dan organisasional dari system, siapa yang akan mendesain, membangun dan memelihara infrastruktur IT organisasi. Uniot yang bertanggung jawab memelihara layanan teknologi (hardware, software, data storage, dan network) disebut departemen system informasi.

Departemen system informasi terdiri dari para ahli, seperti programmer, analis system. Pemimpin proyek, dan manajer system informasi. Programmer adalah ahli teknis terlatih yang membuat instruksi perangkata lunak pada computer. Analis system bertugas menyususn hubungan antar kelompok system informasi dan kelompok-kelompok lain dalam organisasi. Manajer system informasi adalah pemimpin dari beragam ahli pada departemen system informasi.

Selain itu ada juga Chief information officer (CIO) dan end-user. CIO tergolong manajer senior yang bertugas mengepalai fungsi system informasi di dalam perusahaan. Sedangkan end-user adalah perwakilan di luar kelompok system informasi sebagai objek sasaran pengembangan aplikasi.

(b) Bagaimana system informasi mempengaruhi organisasi

Teori ekonomi.
* IT mengganti biaya modal dan biaya informasi
* Teknologi system informasi merupakan factor produksi seperti halnya modal dan tenaga kerja
* Teori biaya transaksi menyatakan bahwa perusahaan berusaha mengurangi biaya transaksi.
* IT membantu perusahaan menekan biaya transaksi. Jika biaya transaksi menurun, jumlah karyawan juga mengecil karena semakin murah dan mudah bagi perusahaan untuk membuat kontrak pembelian barang-barang dan jasa di pasar disbanding membuat sendiri produk dan jasanya.
* Teori agensi mengatakan perusahaan memiliki ikatan kontrak di antara bagian-bagian yang harus diawasi dan dikelola.
* IT bias mengurangi biaya agensi, memungkinkan perusahaan untuk tumbuh tanpa menambah biaya pengawasan, dan tanpa menambah tenaga kerja.

Teori Behavioral
* IT membuat organisasi lebih ramping.
* IT mampu mengubah hierarki pengambilan keputusan dengan menekan biaya informasi
* memperluas distribusi informasi
* mempercepat proses pengambilan keputusan
* memfasilitasi pekerja tingkat-bawah untuk membuat keputusan tanpa pengawasan dan meningkatkan efisiensi manajemen
* Rentang pengendalian perusahaan juga akan meningkat

Pada organisasi postindustri, otoritas meningkat bergantung pada pengetahuan dan kompetensi. Jadi, bentuk menjadi ramping karena para pekerja professional cenderung berciri self-managing; dan pengambilan keputusan menjadi lebih terdessentralisasi sementara pengetahuan dan informasi semakin tersebar secara luas.

Teknologi informasi mendorong jaringan task force organisasi dimana kelompok-kelompok professional bertemu baik langsung maupun melalui media elektronik untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hal ini mengarah pada organisasi virtual, yaitu organisasi yang memanfaatkan jaringan untuk menghubungkan orang, asset, dan gagasan dalam menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan tanpa terbatasi oleh batasan-batsan tradisional organisasi atau lokasi fisik.

System informasi terkait dengan politik organisasi karena mempengaruhi akses ke sumber utama, yaitu informasi. System informasi berpotensi mengubah struktur, budaya, politik, dan kerja organisasi. Alasan paling umum dari kegagalan proyek-proyek besar mengarah kepada hambatan perubahan politikal dan organisasional.

(c) Internet dan Organisasi
Internet meningkatkan aksesbilitas, penyimpanan, dan distribusi informasi dan pengetahuan untuk organisasi. Internet mampu secara dramatis menekan biaya transaksi dan agensi. Bisnis secara cepat membangun kembali sebagian proses bisnis intinya melalui teknologi internet dan menjadikan teknologi ini sebagai komponen pokok bagi infrastruktur teknologi informasi. Jika jaringan lebih dimanfaatkan secara efisien, hasilnya berupa proses bisnis lebih mudah dilakukan, karyawan yang dibutuhkan lebih sedikit, dan organisasi menjadi lebih ramping daripada waktu lalu.




Manajer, Pengambilan Keputusan, Dan Sistem Informasi

Peran manajer dalam organisasi
Tanggung jawab seorang manajer meliputi pengambilan keputusan, membuat laporan, menghadiri pertemuan, mengatur perayaan-perayaan. Untuk lebih memahami fungsi-fungsi manajerial dan perannya kita bias meneliti mdel-model klasik dan kontemporer dari perilaku manajerial.

Model klasik manajemen, deskripsi tradisional dari manajemen yang berfokus pada fungsi-fungsi formal dari manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, pengambilan keputusan, dan pengendalian. Model behavioral mendeskripsikan manajemen berdasar observasi dari apa yang sesungguhnya dilakukan oleh manajer dalam pekerjaan.

Peran manajerial adalah aktivitas yang harus dijalankan manajer dalam esbuah organisasi. Dikategorikan menjadi: interpersonal, informasional, dan desicional. Peran interpersonal ditujukan untuk peran manajerial di mana manajer bertindak sebagai figure kepala dan pemimpin organisasi. Peran informasional lebih mengacu kearah peran manajerial di mana manjer menjadi pusat nadi organisasi, menerima dan menyebarkan informasi penting. Sedangkan peran desicional lebih kepada peran manajerial dimana manajer menginisiasi aktivitas, menangani kesulitan, mengalokasikan sumber-sumber, dan menegosiasikan konflik.

Manajer dan pengambilan keputusan
System informasi telah membantu manajer untuk mengkomunikasikan dan mendistribusikan informasi, namun hanya memberi bantuan terbatas untuk pengambilan keputusan manajemen.

Model pengambilan keputusan :
* model rasional, model perilaku manusia berdasarkan keyakinan bahwa orang-orang, organisasi, dan bangsa menjalankan kalkulasi pemaksimalan niali, yang seacra mendasar konsisten
* model organisasional, model-model pengambilan keputusan yang memperhitungkan karakteristik politik dan structural dari organisasi
* model birokrasi, Apa pun yang dilakukan organisasi adalah hasil dari rutinitas dan adanya proses bisnis yang terasah oleh penggunaan aktif selama bertahun-tahun

Implikasi bagi Desain dan Pemahaman Sistem Informasi
Faktor yang perlu dipertimbangkan ketika merencanakan sebuah sistem baru:
* Lingkungan dimana organisasi harus berfungsi
* Struktur organisasi: hirarki, spesialisasi, rutinitas, dan proses bisnis
* budaya dan politik Organisasi
* Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan
* Kelompok-kelompok utama terkait yang mempengaruhi sistem dan sikap pekerja yang akan menggunakan sistem tersebut
* Jenis-jenis tugas, keputusan, dan proses bisnis yang dirancang untuk membantu sistem informasi

Karakteristik untuk diingat ketika Merancang Systems:
1. Fleksibilitas dan beberapa pilihan untuk mengevaluasi penanganan data dan informasi
2. Kemampuan untuk mendukung berbagai gaya, keterampilan, dan pengetahuan manajemen.
3. Kemampuan untuk melacak banyak alternatif dan konsekuensi
4. Kepekaan terhadap birokrasi organisasi dan persyaratan politik

REFERENSI : http://yohanrich.blogspot.com/2010/10/organisasi-dan-sistem-informasi.html
Cerita Elish Selengkapnya...

Jumat, 13 Mei 2011

BERKREASI DALAM BERORGANISASI

Sudah tidak asing lagi ditelinga kita, terlebih bagi para mahasiswa ketika mendengar kata “organisasi”. Dimana-mana dapat kita jumpai organisasi. Organisasi bukanlah sesuatu yang dapat dilihat secara kasat mata. Akan tetapi dapat dirasakan apabila kita terjun langsung dan mengikuti seluk beluknya.

Banyak pakar yang telah membahas makna organisasi. Secara bahasa, organisasi berasal dari kata organ yang mendapat imbuhan –isasi, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, atau susunan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur.[1] Organisasi bisa juga diperspektifkan sebagai suatu bagian yang di dalamnya terdapat peraturan yang mengikat sehingga terbentuknya kesepakatan yang menyatukan untuk tercapainya sesuatu yang dicita-citakan.

Organisasi dapat kita klasifikasikan menjadi organisasi laba dan nirlaba. Organisasi yang tujuannya untuk mencari atau mendapatkan suatu keuntungan berupa hal yang bersifat materi dapat dikatakan sebagai organisasi laba, sedangkan yang tidak bertujuan mendapatkan keuntungan materi disebut sebagai organisasi nirlaba. Akan tetapi yang akan kita bahas dalam kesempatan kali ini bukan yang berkaitan dengan ada tidaknya laba yang diperoleh, melainkan hal-hal yang berkaitan dengan bagaimana caranya suatu organisasi itu dijalankan dengan menggunakan cara-cara yang jitu sehingga seseorang akan dapat berkreasi dan merasa senang berada didalamnya.
Kreasi kalau kita fahami dari segi bahasa, berarti karya, dayaatau ciptaan. Berkreasi berarti memiliki sifat kreatif, yakni mempunyai kemampuan untuk dapat mencipta atau berkarya. Sehingga dapat disimpulkan dari judul diatas yaitu mengembangkan sumber daya manusia dengan menjadikan individu yang memiliki kemampuan berkreatifitas di dalam berorganisasi.

Bagaimana caranya supaya seseorang memiliki daya kreatifitas di dalam menjalankan roda organisasi?
Pertanyaan di atas merupakan suatu pertanyaan yang sangat essensial dalam pembicaraan kali ini. Untuk dapat memiliki daya kreatifitas di dalam berorganisasi, seseorang terlebih dahulu harus memiliki 4 S dasar, yaitu senang, spirit, sosial, dan setia.

1. Senang.
Dalam berorganisasi, hal pertama yang harus dimiliki oleh seseorang adalah rasa senang terlebih dahulu. Kalau rasa senang itu telah ada, seseorang akan mau melakukan apapun selama dia menyenangi atau menyukainya. Dan kalau seseorang sudah senang terhadap sesuatu, pekerjaan pun akan terasa lebih mudah dan enjoy sehingga output yang hasilkan akan baik.

2. Spirit.
Hal kedua yang harus dimiliki adalah spirit. Spirit adalah suatu sifat semangat yang ada dalam jiwa. Ini yang sangat dibutuhkan, karena untuk dapat melakukan sesuatu kalau tidak dibarengi dengan spirit, maka hasilnya pun tidak akan maksimal. Selain itu, sprit dapat memotifasi kita untuk dapat melakukan hal yang lebih dari yang ditargetkan.

3. Sosial
Modal yang tidak kalah pentingnya untuk dapat berkreasi dalam berorganisasi adalah memiliki jiwa sosial. Jiwa sosial sangat dibutuhkan dalam berorganisasi, karena organisasi terdiri dari suatu kesatuan dari berbagai elemen yang berbeda. Sehingga untuk dapat merekatkan hubungan antar elemen tersebut, dibutuhkan jiwa sosial yang tinggi. Orang yang memiliki jiwa sosial yang tinggi senantiasa akan disenangi oleh banyak orang dan hal ini akan berimplikasi pada kreasi yang akan diterapkannya dalam berorganisasi. Karena suatu tindakan atau kreasi kalau tidak ada dukungan dari pihak luar, maka akan berjalan terhambat.

4. Setia
Hal terakhir yang harus dimiliki oleh seseorang untuk berkreasi dalam berorganisasi adalah memiliki rasa setia atau loyal terhadap organisasinya. Ini sangat penting karena suatu organisasi yang apabila sumber daya manusia yang ada di dalamnya tidak setia, maka organisasi itu akan menjadi kacau balau. Rasa setia atau loyalitas itu dapat timbul setelah seseorang mengetahui, memahami dan merasakan manfaat dari organisasi yang ditekuninya. Rasa setia ini juga belum cukup apabila dimiliki oleh seseorang atau dua orang dalam berorganisasi, melainkan seluruh elemen yang ada di dalamnya, sehingga satu sama lain akan saling men-support.

Tidak hanya itu, agar output yang dihasilkan mencapai titik yang maksimal, dibutuhkan juga strategi-strategi dalam berorganisasi. Strategi tersebut dapat dicapai dengan kreatifitas subjek yang bersangkutan. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis terhadap organisasi-organisasi yang berada di sekitar kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta secara observasi, menemukan suatu kesimpulan bahwa organisasi bisa hancur kalau tidak di-manage dengan baik dan tidak melakukan strategi dalam pencapaian targetnya. Menurut data observasi yang telah dilakukan, kebanyakan organisasi tersebut meniru hal yang sama dengan organisasi yang berdiri lebih dulu darinya, sehingga pencapaian target pun tidak maksimal.

Kembali pada pembahasan mengenai berkreasi, penulis membuat suatu kesimpulan dari data observasi yang telah dilakukan selama 3 tahun, bahwa selama ini seseorang yang mendapat tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan suatu kegiatan, mereka merasa banyak kesulitan. Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, diantaranya dia tidakmengetahui job descripsinya, sehingga dia bingung apa yang seharusnya dilakukan. Selain itu, bisa juga karena metode yang digunakan untuk merealisasikan kegiatan yang ditugaskan kepadanya, bersifat monoton. Sehingga akan lebih cepat membuat seseorang menjadi bosan dan jenuh. Atau bisa juga terjadi apabila dia tidak bisa mensinergikan elemen-elemen atau sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Seseorang yang sudah bisa menerapkan kreatifitasannya dalam berorganisasi, akan melaksanakan suatu pekerjaan dengan sangat mudah. Walaupun sederet rintangan dan kesulitan yang dihadapi sangat beragam, seperti dalam masalah finansial dan lain sebagainya. Karena seorang yang kreatif, akan selalu berfikir positif dalam menghadapi sesuatu dan akan selalu berusaha mencari jalan keluarnya.

SUMBER : http://saungkopiwangi.blogspot.com/2011/04/berkreasi-dalam-berorganisasi.html
Cerita Elish Selengkapnya...

6 Cara Menjadi Seorang Pemimpin



Menjadi seorang mahasiswa akan menjadikan kita seseorang yang lebih mandiri, disadari atau tidak kita sudah mulai memasuki masa penjajakan kedewasaan dan mulai menata hidup kita sendiri untuk masa depan kita nanti. Pada masa kuliah akan membentuk kita menjadi seorang "pemimpin" walaupun sebutan itu untuk diri kita sendiri. Dalam berbagai hal, jiwa seorang pemimpin sangat diperlukan, apalagi jika kita senang berorganisasi atau mengikuti berbagai klub / ekstrakurikuler. Berikut adalah 6 cara yang harus dilakukan untuk membuat kita menjadi seorang pemimpin :

Aktif di Ekskul atau Organisasi
Sebagian besar orang-orang yang ikut dan aktif di Organisasi lebih mempunyai jiwa sosial yang sangat tinggi dan tentunya mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk menjadi seorang pemimpin. Cobalah untuk mengambil bagian penting saat akan mengadakan rapat atau briefing, seperti moderator atau notulen, aktif berbicara dan bisa mengatur sekian banyak orang akan menjadi penilaian tersendiri untuk menjadi seorang pemimpin.

Memperlihatkan Kemampuan
Dalam sebuah organisasi atau klub pastinya terdiri dari banyak orang dan berbagai sifat dan perilaku yang berbeda-beda. Untuk menjadi seorang pemimpin, kita harus bisa memperlihatkan kemampuan dan niat dari dalam hati kita untuk menjadi seorang pemimpin. Jadilah yang berbeda dan terbaik dari semua orang yang berada disitu, tunjukkan bahwa kita mampu memimpin organisasi tersebut dengan semua yang kita miliki.

Sebagai Motivator
Seorang Pemimpin haruslah orang yang bisa memotivasi orang lain, karena pada dasarnya ia menjadi sosok yang akan didengarkan semua kata-katanya. Jika kamu ingin menjadi seorang pemimpin dalam suatu tim atau organisasi,kamu harus bisa meyakinkan rekan se-tim kita jika kita bisa dengan semua kemampuan yang kita miliki. Mungkin kita bisa mencoba ide-ide kreatif yang ada, seperti mengadakan acara "charity" atau yang lain.

Melakukan Perubahan
Salah satu cara yang bisa membuat kita dilirik untuk menjadi seorang pemimpin, adalah kita bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Misalkan jika sedang mengadakan rapat untuk membuat suatu acara, kita bisa menuangkan ide-ide yang menurut kita bisa berhasil jika dilakukan dan apabila kita berhasil meyakinkan anggota yang ada disana, dan pada akhirnya ide kita berhasil, kita bisa sangat dipuji dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin.

Berinisiatif tinggi
Banyak hal yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin, salah satu hal yang paling penting adalah, mempunyai inisiatif yang tinggi. Seorang pemimpin akan menjadi seorang panutan yang akan diperhatikan segala tingkah lakunya. Jika ada sesuatu hal apapun itu, walaupun kecil kamu harus bisa mengambil tindakan yang tepat tanpa harus disuruh atau menunggu perintah, itu akan menjadi hal yang dilihat jika hal yang kita lakukan adalah benar dan sangat berinisiatif.

Berwibawa Tetapi Sederhana
Sudah menjadi keharusan bahwa seorang pemimpin haruslah berwibawa agar disegani, tetapi semua itu tidak akan berarti apapun jika kita tidak bisa memberikan pengertian dan sikap yang sederhana. Dalam suatu organisasi, para anggotanya akan menyukai pemimpin yang bisa mendengarkan para anggotanya, tetapi tetap berwibawa. Nah untuk kita yang ingin menjadi seorang pemimpin, tanamkanlah sifat dan sikap yang akan dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Ingatlah bahwa pemimpin yang baik dan disegani adalah pemimpin yang tidak sombong dan mendengarkan anggotnya berbicara.

SUMBER : http://www.muridoke.com/index.php/article/open/76/6_cara_menjadi_seorang_pemimpin
Cerita Elish Selengkapnya...

“Tanggung Jawab”,”Ajang Sosialisasi”dan “Seni Membagi Waktu” itulah ORGANISASI



Pada hakekatnya manusia itu memiliki sifat sebagai makhluk individu sekaligus sebagai makhluk sosial. Dalam kaitannya sebagai makhluk sosial maka manusia akan selalu berhubungan antar sesamanya, hal tersebut dilakukan karena tiap-tiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelemahan orang yang satu dapat ditutupi oleh kelebihan temannya yang lain sehingga akan terbentuklah suatu kerjasama.

Jika dalam bekerjasama tersebut terdapat struktur yang jelas dimana tiap-tiap orang memerankan fungsinya masing-masing untuk memperoleh tujuan yang sama dan mereka rutin melakukannya maka terbentuklah apa yang disebut dengan“organisasi ”, itulah yang membedakan organisasi dengan kelompok. Ada beberapa syarat yang harus dimiliki agar suatu kelompok dapat dikatakan sebagai organisasi, seperti adanya anggota, adanya system kerja yang terspesialisasi, adanya struktur keanggotaan yang jelas, dan permanen.

Tanggung Jawab

Organisasi sepatutnya memang penting untuk ditumbuhkembangkan selagi masih muda, belajar berorganisasi akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri seseorang. Kenapa dalam berorganisasi seseorang dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab? Tidak lain adalah karena dalam organisasi terdapat struktur yang jelas dimana tiap oang memiliki fungsi dan tugas masing-masing sesuai kedudukannya dalam organisasi. Misalkan di akademika anggota bertanggung jawab mengelesaikan tugas pada editor, editor bertanggung jawab pada pimpinan, dan pimpinan akan bertanggung jawab terhadap masyarakat luas. Sehingga dalam berorganisasi orang akan mengenal apa yang disebut etos kerja dan kedisiplinan.

Dengan belajar tentang kedisiplinan maka secara tidak langsung dapat membentuk apa yang kita sebut dengan softskill. Softskill yang dimaksud tidak hanya bagaimana dapat menyampaikan ide-ide secara verbal di depan orang banyak. Tapi juga bagaimana dapat melakukan negoisasi yang baik, bagaimana menjadi motivator yang baik bagi orang lain dan bagaimana menyakinkan orang lain agar mendukung pendapat/ide kita, semuanya termasuk dalam softskill ini. Dengan memiliki softskill yang baik, sesungguhnya orang tersebut akan memiliki kekuatan yang sangat besar untuk melakukan sesuatu atau merubah sesuatu. Latihan softskill ini jarang sekali didapatkan dari pendidikan formal. Kalaupun ada, sifatnya sangat terbatas dan hanya teori. Tapi dengan beraktifitas di organisasi, softskill ini langsung dilatih dalam bentuk praktek. Selain itu, orang yang pintar tanpa didukung oleh kemampuan softskill yang memadai, terkadang tidak dapat tampil ke permukaan dan ide-idenya cenderung tenggelam tanpa dapat didengar oleh orang lain. Orang-orang seperti ini juga cenderung untuk selalu menjadi bawahan. Tapi bila didukung oleh kemampuan softskill yang baik, orang tersebut dapat menyampaikan ide-ide dengan baik ke orang lain sehingga tentu saja ide-idenya menjadi dikenal oleh orang banyak. Sehingga kemampuan seperti ini juga sangat dibutuhkan oleh seseorang yang ingin menjadi pemimpin.

Ajang Sosialisasi

Organisasi adalah kumpulan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama, maka dari itu dalam berorganisasi maka seseorang tidak akan bisa lepas kaitannya dangan anggota organisasi yang lain, hal tersebut dikarenakan adanya interaksi dan kerjasama antar anggota satu dengan yang lain. Dalam ilmu sosiologi organisasi dapat dikelompokkan sebagai bentuk suatu komunitas. Biasanya remaja akan menemukan jati diri dan kepribadian dari dari lingkungan dan pergaulan terutama dari komunitas dimana dia terbentuk.
Pembentukan EQ (Emotional Intelligence Quotient) Lingkungan dalam komunitas yang dapat membentuk kepribadian dapat juga mempengaruhi perkembangan emosi seseorang. Mahasiswa yang rata-rata masih remaja merupakan fase yang rentan terhadap perubahan lingkungan terutama terhadap perkembangan emosi. Komunitas yang baik akan membentuk perkembangan emosi yang baik pula. Contohnya apabila seseorang bergabung dengan organisasi kewiraan maka orang tersebut akan cenderung keras dan tidak sabaran, sebaliknya apabila bergabung dangan organisasi yang manyun dan

cinderung feminim. Dengan kemampuan EQ yang baik itu tentu akan bermanfaat saat berhadapan dengan orang lain. Orang yang memiliki EQ yang baik akan dapat menghadapi orang dengan berbagai tipe, hal tersebut dikarenakan dengan berorganisasi seseorang akan belajar untuk mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.

Seni Membagi Waktu

Jika kita perhatikan banyak mahasiswa yang enggan bergabung dengan suatu organanisasi, kebanyakan dari mereka beralasan dengan ikut berorganisasi dapat mengganggu kuliah mereka. Hal tersebut karena mahasiswa harus membagi waktu mereka antara waktu kuliah dengan waktu untuk berorganisasi. Hal itu tidak sepenuhnya benar, malah dengan berorganisasi seseorang akan belajar untuk menghargai waktu dan mengatur jadwal kegiatannya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang yang sukses adalah orang yang menghargai waktu, dan ada istilah time is money. Hal tersebut menggambarkan betapa pentingnya menghargai waktu yang telah kita dapat dengan memanfaatkannya dengan sebaik- baiknya.

REFERENSI : http://www.scribd.com/doc/16635654/Kemampuan-Organisasi
Cerita Elish Selengkapnya...

Ni Wayan Mertayani – Profil Anak Pemulung Berprestasi Dunia



Mertayani merupakan putri sulung almarhum I Nengah Sangkrib dan Ni Nengah Sirem. Sejak ayahnya meninggal, Mertayani tinggal bersama ibunya Ni Nengah Sirem dan adiknya Ni Made Jati. Sejak itu pula, tiga wanita ini berjuang untuk melanjutkan hidupnya dari hari ke hari dengan berjualan atau mencari barang rongsokan.

Aktivitas ini sama sekali tak pernah terbersit dalam benak Mertayani untuk dilakoni. Namun ketabahan ibunya dalam menjalani itu semua membuat Mertayani cuek terhadap cibiran di sekelilingnya. Dan siapa menyangka, dari aktivitas mengasong dan mencari barang rongsokan, Mertayani justru kenal dengan para wisatawan. Termasuk Mrs Dolly Amarhoseija yang meminjamkan kamera digital serta mengajarkan Mertayani cara membidikannya.

Sulung dari dua bersaudara ini memang berasal dari keluarga miskin. Ibunya, I Nengah Kirem, 52 tahun, sudah bertahun menderita ginjal dan ha-rus bekerja serabutan. Ayah Wayan telah meninggal. Mereka tinggal di gubuk berdinding bilik bambu dengan satu kamar tidur.

Untuk menopang kehidupan, tiap sore hingga gelap menyergap, pelajar kelas HI SMP Negeri 2 Abang, Karangasem, itu berjualan kue jajanan di Pantai Kadang. Jika dagangannya laku, dia bisa memperoleh pendapatan hingga Rp 50 ribu. Tapi lebih sering dia rugi karena banyak yang tidak bayar. “Atau kalau tak habis saya makan sendiri, jadi ya rugi,” ujar Wayan tersipu.

Dia mengaku punya puluhan ayam dan bebek serta beberapa ekor kambing. Ayam-ayamnya pun dibiarkan berkeliaran tak dikandangkan. Terkadang Wayan harus menyabit rumput untuk memben makan kambingnya sebelum berjualan. Namun, di sela kehidupan keras yang dilaluinya, Wayan biasa meluangkan waktu dengan membaca di perpustakaan milik Marie Johana Fardan, tetangganya yang warga Belanda pemilik vila Sinar Cinta di Pantai Amed.
Sudah dua tahun dia menjadi langganan tetap perpustakaan. Dia menyukai buku Anne Frank itu,” ujar Marie. Dan bisa dikatakan alur hidup Mertayani hampir mirip Anne Frank. Sama-sama hidup dalam tekanan, tapi penuh harapan dan cita-cita. Dan, ternyata Mertayani pun mengagumi Anne Frank setelah membaca bukunya yang sesungguhnya sebuah diary.

Ada kemiripan hidup antara Mertayani dan Anne Frank. Sama-sama ditekan dalam sebuah kondisi yang begitu menyulitkan. Bedanya, Anne yang keturunan Yahudi besar di bawah tekanan tentara Nazi pada masa itu, sementara Mertayani besar di bawah tekanan ekonomi.

Kondisi ekonomi yang sangat sulit memaksa Mertayani harus dewasa di usianya yang masih 14 tahun. Mertayani sendiri mengaku kagum dengan sosok Anne Frank. Sosok belia ini penuh dengan harapan dan cita-cita meski kenyataannya hidup dibawah tekanan. “Saya mulai mengaguminya (Anne Frank,Red) sejak membaca buku-bukunya,” kata Mertayani. Dari bacaan itu juga, Mertayani seperti mendapat sokongan semangat bahwa hidup itu memang harus dijalani. Suka duka harus diarungi tanpa harus menanggalkan cita-cita atau harapan. Soal cita-cita, Mertayani sendiri mengaku hendak menjadi wartawan.

Meski hidup serba kekurangan, ada satu hal yang selalu diajarkan Sirem kepada dua orang puterinya yakni “keikhlasan”. Karena itulah rumah Mertayani kerap didatangi para wisatawan. Bahkan, sampai ada yang menginap dan Sirem harus menyediakan makanan dengan memotong beberapa ekor ayam peliharaannya.

”Tempo hari ada tamu cewek-cewek dari Italia. Mereka menginap di sini. Mereka nggak keberatan tidur di atas bale. Karena tempat tidur yang kami punya memang hanya itu saja,” pungkas Sirem.

Dengan prestasi yang diperoleh Mertayani, Sirem kini tambah semangat. Apa yang dia yakini dan lakukan selama ini ternyata tidak sia-sia. Dia pun berharap, anaknya itu bisa mewujudkan apa yang menjadi cita-citanya.

Dari kamera digital yang dipinjamkan oleh Mrs.Dolly, dia kemudian membuat 15 foto dengan kamera itu. Jepretan terakhirnya adalah sebuah potret pohon ubi karet dengan dahan tanpa daun yang tumbuh di depan rumahnya. Seekor ayam bertengger di salah satu dahan, serta handuk berwarna merah jambu dan baju keseharian yang dijemur di bawahnya.



Melalui foto ini juga Wayan dan adiknya, Ni Nengah Jati, bisa terbang ke Belanda.
Ternyata, foto sederhana itu telah memikat 12 fotografer kelas dunia dari World Press Photo yang menjadi juri lomba foto internasional 2009, yang digelar Yayasan Anne Frank di Belanda. Tema lomba yang yang diikuti 200 peserta itu adalah “Apa Harapan Terbesarmu?” Wayan menjelaskan, ayam itu simbolisasi diri dan kehidupannya. “Ayam itu kalau panas kepanasan, hujan kehujanan. Sama seperti saya,” ujarnya. Negeri Kincir Angin menjadi tempat pertama Wayan mengenal dunia di luar bahkan Wayan mengaku senang bisa menjejakkan kaki di Belanda,

Dari Yayasan Anne Frank juga, Wayan menerima hadiah berupa kamera saku dan sebuah komputer jinjing dari Radio Netherlands Wereldomroep. Rencananya, jika Yayasan Anne Frank mengadakan acara di Bali, dia akan diundang untuk memamerkan foto-fotonya. Radio Netherlands juga menawarkan tempat untuk Wayan mengirim cerita pendek atau tulisan-tulisannya untuk disiarkan.
Wayan berharap bisa menyelesaikan sekolah dan mewujudkan cita-citanya menjadi jumalis. Sepulangnya dari Belanda, ia mendapat kabar gembira berupa kelulusannya dari ujian nasional. “Saya ingin membahagiakan ibu saya,” ujarnya sendu. Dia sangat sadar kemiskinan mengancam kelanjutan pendidikannya. “Anne Frank lebih susah hidupnya”. Jika dia tak mengeluh, “saya juga seharusnya tidak,” ujarnya kemudian.

REFERENSI : - http://bataviase.co.id/node/213068
- http://www.indonesiaberprestasi.web.id/?p=5411
Cerita Elish Selengkapnya...

10 manusia hebat yang hidup tanpa lengan

Setiap manusia pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Entah itu dari segi fisik, materi dan lain sebagainya. Ada orang-orang yang secara fisiknya terlahir dalam keadaan normal, namun ada pula yang terlahir dalam keadaan cacat (tanpa lengan). Padahal bisa dikatakan bahwa tangan sangat berfungsi bagi kita agar bisa melakukan suatu pekerjaan. Namun siapa yang menyangka bahwa dibalik kekurangan mereka, justru mereka menyimpan sejuta potensi yang tidak dimiliki oleh manusia normal pada umumnya. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak pernah putus asa dengan kondisi fisik yang mereka alami. Mereka tidak pernah mengasihani diri mereka sendiri, tapi justru mereka belajar mengucap syukur kepada TUHAN. Karena mereka yakin bahwa mereka diciptakan TUHAN bukan untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, tapi untuk menjadi orang-orang yang LUAR BIASA.
Orang-orang itu adalah..........

1. Pemain piano tanpa lengan



Liu Wei memulai debutnya ketika dalam suatu pertunjukan, dia memainkan lagu sedih berjudul “Mariage D'amour” oleh Richard Clayderman. Para penonton dibuatnya kagum oleh penampilannya, tapi yang paling membuat orang terkesima adalah bahwa dia memainkannya bukan dengan tangan, melainkan dengan jari kaki.
Pada 10 oktober 2010, dia keluar sebagai pemenang dalam acara China's Got Talent, dan dia pun mendapat tour ke Las Vegas selama 3 minggu. Liu Wei kehilangan kedua lengannya beberapa tahun lalu ketika dia tersengat listrik saat bermain petak umpet. Dia berkata bahwa bermain piano dengan kaki pada awalnya susah, sampai-sampai kakinya luka dan kram. Namun seiring waktu, akhirnya dia bisa menguasainya. Dia juga pernah berkata pada juri pada saat penampilan pertamanya, "Tidak ada peraturan bahwa bermain piano harus menggunakan tangan". Dan kalau pun ada, kini secara resmi telah berubah oleh Liu Wei.



2. Penulis kaligrafi tanpa lengan



Seorang pria tak berlengan dari propinsi Shandong sedang menulis kata-kata inspirasional dalam bentuk kaligrafi China bagi para karyawan Foxconn untuk memberikan mereka nasihat agar tidak melakukan hal-hal bodoh, seperti lompat dari gedung atau bunuh diri. Karena semenjak 2010, sedikitnya sudah ada 10 kasus bunuh diri yang dilakukan oleh karyawan Foxconn. Kata-kata itu bertuliskan, "Untuk saudara dan saudari di Foxconn, hidup itu berharga, kita harus menunaikan tugas, selalu ada jalan keluar, keharmonisan bergantung pada diri sendiri". Aksi pria ini menjadi perhatian para karyawan-karyawan Foxconn yang sedang lewat melintasinya, dan banyak dari mereka yang mendukung dan menghargai aksi pria tersebut.
Dulu dia adalah seorang juru masak di Beijing, namun sebuah ledakan gas membuatnya harus melakukan beberapa pengobatan intensif sampai akhirnya kedua lengannya terpaksa harus dioperasi. Untuk mengisi hari-harinya, dia belajar keras untuk bisa menulis kaligrafi dengan kakinya. Aksinya itu bukan hanya bisa memotivasi orang-orang di seluruh negri, tapi juga mampu melunasi biaya pengobatannya yang mahal dari hasil karya-karyanya tersebut.

3. Pegulat tanpa lengan



Kayle Maynard bukan hanya seorang pegulat biasa, tapi dia juga seorang pegulat paling top di sekolahnya dan juga termasuk siswa cerdas di kelasnya. Kyle lahir tanpa siku lengan dan lutut karena bawaan cacat sejak lahir, dan dia menjadi inspirasi bagi semua orang yang memilki tantangan. Kini Kyle bekerja sebagai pembicara di Biro Washington, yang spesialis untuk memberi pidato-pidato motivasi.

4. Pemain golf tanpa lengan



Mcauliffe Tommy lahir pada 1893 di Buffalo, New York, anak sulung dari 5 bersaudara. Lengannya diamputasi karena mengalami kecelakaan kereta api tahun 1902. Dia menulis dengan pensil yang ditahan di mulutnya. Dia adalah presiden di kelas seniornya, menghabiskan kuliah selama 3 tahun dan menikah pada tahun 1919, dan kini memiliki 4 anak dan 16 cucu.
Dulunya dia sempat menjadi caddy di sebuah club golf, sambil belajar golf dengan menggunakan leher dan bahu. Lama-lama dia menjadi mahir dan bisa menang di caddies tournament. Setelah selesai kuliah, atas dukungan saudaranya yang juga seorang pemain golf profesional, dia memulai karirnya di kota New York. Trik-trik bermainnya membuatnya menjadi popular di penjuru negeri, termasuk Canada dan Australia. Tommy McAuliffe akhirnya mendapat gelar sebagai "Juara Dunia Pemain Golf Tak Berlengan".

5. Pilot tak berlengan



Jessica Cox dari Tuxon, Arizona dilahirkan tanpa kedua lengan. Lulusan psikologi ini bisa menulis, mengetik, mengemudi, menyisir rambut, dan berbicara di telepon dengan hanya menggunakan kakinya. Dia juga dulunya adalah bekas penari dan pemegang sabuk hitam dalam beladiri Tae Kwon-Do. Dia punya SIM tanpa batas dan juga bisa menerbangkan pesawat. Pesawat yang dikendarainya ini merupakan salah satu pesawat yang tidak memiliki pedal yang bersertifikat. Tanpa pedal kemudi, Jessica pun bebas menggunakan kakinya sebagai lengan. Dia membutuhkan waktu 3 tahun untuk mendapatkan izin terbangnya dan sudah berlatih selama 89 jam, dengan 3 instruktor penerbangan.


6. Pemain gitar tak berlengan



Belajar berjalan bagi kebanyakan bayi berarti juga sering jatuh. Bagi Tony Melendez yang tidak memiliki lengan, belajar berjalan berarti sering terjatuh ke lantai tepat mengenai mukanya, hingga dia berusaha keras untuk bisa berdiri dengan kedua kakinya dengan kokoh. Tampaknya perjuangan keras tersebut sudah melekat pada diri Melendez.

Dia berlatih memetik gitar selama 7 jam sehari sampai dia bisa mahir memainkannya. Pada tahun 1987, saat dia berusia 25 tahun, dia bermain dalam kunjungan Sri Paus ke Los Angeles, dan Paus mendorong dia untuk terus memberikan harapan pada semua orang. Sebagai hasilnya, Melendez telah melanglang buana ke 40 negara menjadi pembicara motivasi.

7. Wanita fitness tak berlengan

Inilah wanita yang memberi inspirasi, Barbie Guerra. Dia kehilangan lengannya pada usia 2 tahun dalam sebuah kecelakaan, namun sekarang dia bisa menjadi model fitness yang luar biasa.

8. Pelukis tak berlengan



Lukisan indah ini adalah salah satu hasil karya seorang pria bernama Peter Longstaff, 48 tahun. Dia tidak memilik lengan, namun menggambar lukisannya dengan menggunakan kaki kanannya. Sambil belajar melukis sendiri, dia juga merupakan seorang ayah, pelatih footbal, dan pernah menjadi peternak babi.
Peter lahir cacat tanpa kedua lengannya, dia belajar menggunakan kaki kanannya layaknya lengan kanan. Dia membuka pintu dan menyalakan lampu dengan berdiri 1 kaki. Sebagai seorang remaja, dia pernah menjadi olok-olokan sebagian orang, namun dia menjadikan hal tersebut sebagai perjuangan hidup.

9. Pengendara motor tak berlengan



Liu, 27 tahun, pada saat dia berumur 10 tahun, orang tuanya membawanya ke sirkus untuk melatih keahlian, dan semenjak itu dia berlatih mengendarai sepeda motor tanpa lengan. Liu mengaku bahwa ia sudah mengendarai sepeda motor selama 10 tahun tanpa punya SIM. Dia berkata bahwa sirkus tempat dia dulu berlatih sudah tutup 3 tahun yang lalu, dan sejak itu, dia dan 2 orang temannya dari sirkus melakukan atraksi di jalanan.

Pernah suatu kali polisi menghentikannya ketika berkendara di jalan karena kelebihan muatan, polisi itu terkejut begitu melihat bahwa pengendaranya tidak mempunyai lengan. Akhirnya polisi tersebut tidak jadi mendendanya karena Liu tidak punya uang dan hanya diberi peringatan keras. Liu pun berjanji tidak akan mengendarai sepeda motor lagi.

10. Pemanah tak berlengan



Mark Stutzman sejak lahir tidak memiliki lengan, dia diadopsi oleh keluarga yang memiliki 7 angota keluarga. Cacat yang dimilikinya tidak membuatnya menyerah, dia melakukan semuanya dengan kakinya, mulai dari makan, menulis, mengemudi, dan memencet tombol-tombol handphone dengan lancar bahkan lebih cepat dari orang-orang normal pada umumnya.

Dia mulai serius melatih keahlian dalam bidang panah sejak berumur 16 tahun. Di dalam turnamen, dia ikut bertanding melawan pemanah-pemanah normal lainnya, dan selalu menjadi pusat perhatian orang. Dia memanah dengan posisi duduk di kursi dengan menahan busur dengan kaki kanannya. Dia biasanya selalu mendapat skor yang cukup bagus, dan katanya dia akan bergabung dengan tim Olympiade 2012.

REFERENSI : http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=68021
Cerita Elish Selengkapnya...

Minggu, 08 Mei 2011

PEWADAHAN ORANG – ORANG BERPRESTASI DI NEGERI SENDIRI

Banyak orang berkata, Indonesia merupakan salah satu negara penjiplak hasil karya dari negara lain. Hal ini bisa dilihat dalam bidang teknologi sampai dalam bidang pertelevisian (seperti film, sinetron, lagu), yang kebanyakan merupakan hasil jiplakan dari negara lain. Sampai – sampai, Indonesia di judge sebagai negara yang tidak kreatif.
Tapi siapa yang menyangka bahwa dibalik semuanya itu, ternyata negara kita melahirkan orang - orang berprestasi yang tidak kalah jeniusnya dengan negara lainnya. Mereka adalah orang – orang yang sesungguhnya bisa mengharumkan nama bangsa ini. Kegigihan dan semangat mereka untuk terus berusaha, membuat mereka menjadi orang – orang yang dikenal dan dipercayai oleh negara lain. Mereka adalah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, Prof. Dr. Khoirul Anwar, Tony Gunawan, Anggun Cipta Sasmi.

• Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie



Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak jenius yang mencoba menawarkan solusi untuk menghindari resiko pesawat jatuh dan menemukan bagaimana rambatan titik krack itu bekerja pada sebuah pesawat terbang. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan krack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. krack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah.

Sebelum titik krack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya. Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik krack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10% dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25% setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat. Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatique menjadi turun.

Riwayat keilmuan Habibie dimulai ketika ia mendapat beasiswa dari pemerintah untuk belajar di Technische Hochschule Die Facultaet Fue Maschinenwesen, Aachen, Jerman, pada 1956. Selama setahun sebelumnya, Habibie tercatat sebagai mahasiswa ITB. Setelah mengantongi gelar diploma ingenieur jurusan konstruksi pesawat terbang, tahun 1960, sambil melanjutkan kuliahnya, ia menjadi asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Konstruksi Ringan di kampusnya.

Otak Habibie makin kelihatan encer kala gelar doctor ingenieur-nya disabet dengan predikat suma cum laude pada 1965. Rata-rata nilai mata kuliahnya 10. Presatsi ini membuatnya dipercaya jadi Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisis Struktur di Hamburger Flugzeugbau (HFB). Tugas utamanya adalah memecahkan persoalan kestabilan konstruksi bagian belakang pesawat Fokker 28. Luar biasa, hanya dalam kurun waktu enam bulan, masalah itu terpecahkan oleh Habibie.

Beliau meraih kepercayaan lebih bergengsi, yakni mendesain utuh sebuah pesawat baru. Satu diantara buah karyanya adalah prototipe DO-31, pesawat baling-baling tetap pertama yang mampu tinggal landas dan mendarat secara vertikal, yang dikembangkan HFB bersama industri Donier. Rancangan ini lalu dibeli oleh Badan Penerbangan dan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA).

Habibie hanya sampai tahun 1969 saja di HFB, karena dilirik oleh Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB), industri pesawat terbesar yang bermarkas di Hamburg. Di tempat yang baru ini, karier Habibie meroket. Jabatan Vice President/Direktur Teknologi MBB disabetnya tahun 1974. Hanya Habibie-lah, orang diluar kebangsaan Jerman yang mampu menduduki posisi kedua tertinggi itu.

Di tempat ini pula Habibie menyusun rumusan asli di bidang termodinamika, konstruksi ringan, aerodinamika dan krack progression. Dalam literatur ilmu penerbangan, temuan-temuan Habibie ini lantas dikenal dengan nama Teori Habibie, Faktor Habibie dan Metode Habibie. Paten dari semua temuan itu telah diakui dan dipakai oleh dunia penerbangan internasional.

Pesawat Airbus A-300 yang diproduksi konsorsium Eropa (European Aeronautic Defence and Space) tak lepas dari sentuhan Habibie. Maklumlah dalam konsorsium ini tergabung Daimler, produsen Mercedes-Benz yang mengakuisisi MBB. Sehingga Habibie berhak atas royalti dari teknologi yang dipakai dalam kendaraan udara berbadan lebar itu. Selain dari Airbus, Habibie juga mendapat royalti dari produsen-produsen roket di banyak negara, yang banyak menggunakan teknologi konstruksi ringannya.

Tahun 1978, Habibie dipanggil pulang ke Tanah Air oleh Presiden Soeharto dan sejak itu kemudian berkiprah dalam upaya pengembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia, Hasilnya antara lain pesawat terbang pertama buatan Indonesia CN-235 dan N-250.

Prestasi keilmuan Habibie mendapat pengakuan di dunia internasional. Ia menjadi anggota kehormatan berbagai lembaga di bidang dirgantara. Antara lain di Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat). Sedangkan dalam bentuk penghargaan, Habibie menerima Award von Karman (1992) yang di bidang kedirgantaraan boleh dibilang gengsinya hampir setara dengan Hadiah Nobel. Dan dua tahun kemudian menerima penghargaan yang tak kalah bergengsi, yakni Edward Warner Award. Namun sekarang karena kecerdasannya juga, beliau sudah dipercaya oleh pemerintah Jerman untuk terus berkarya dan menetap disana.

• Prof. Dr. Khoirul Anwar



Siapa pernah mengira bahwa bangkai burung, balsam gosok, dan kisah mumi Firaun itu ada gunanya. Tapi hal itulah yang “menghidupkan” pria kampung seperti Khoirul Anwar menjadi ilmuwan top di Jepang. Wong ndeso asal Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu memegang dua paten penting di bidang telekomunikasi. Dunia mengaguminya. Para ilmuwan dunia berkhidmat ketika pada paten pertama Khoirul, bersama koleganya, merombak pakem soal efisiensi alat komunikasi seperti telepon seluler.

Khoirul adalah lulusan dari Jurusan Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung dengan cum laude di tahun 2000. Meraih gelar master dan doktor dari Nara Institute of Science and Technology (NAIST) pada tahun 2005 dan 2008. Ia menerima IEEE Best Student Paper award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, California, USA.

Prof. Dr. Khoirul Anwar adalah pemilik paten sistem telekomunikasi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) adalah seorang Warga Negara Indonesia yang kini bekerja di Nara Institute of Science and Technology, Jepang.

Dia mengurangi daya transmisi pada orthogonal frequency division multiplexing. Hasilnya, kecepatan data yang dikirim bukan menurun seperti lazimnya, melainkan malah meningkat. “Kami mampu menurunkan power sampai 5dB=100 ribu kali lebih kecil dari yang diperlukan sebelumnya,” kata dia. Dunia memujinya. Khoirul juga mendapat penghargaan bidang Kontribusi Keilmuan Luar Negeri oleh Konsulat Jenderal RI Osaka pada 2007.

Pada paten kedua, lagi-lagi Khoirul menawarkan sesuatu yang tak lazim. Untuk mencapai kecepatan yang lebih tinggi, dia menghilangkan sama sekali guard interval (GI). “Itu mustahil dilakukan,” begitu kata teman-teman penelitinya. Tanpa interval atau jarak, frekuensi akan bertabrakan tak keruan. Persis seperti di kelas saat semua orang bicara kencang secara bersamaan.

Istilah ilmiahnya, terjadi interferensi yang luar biasa. Namun, dengan algoritma yang dikembangkan di laboratorium, Khoirul mampu menghilangkan interferensi tersebut dan mencapai performa (unjuk kerja) yang sama. “Bahkan lebih baik daripada sistem biasa dengan GI,” kata pria ini.

Dua penelitian istimewa itu mungkin tak lahir bila dulu Khoirul kecil tak terobsesi pada bangkai burung, balsam yang menusuk hidung, serta mumi Firaun. Bocah kecil itu begitu terinspirasi oleh kisah Firaun, yang badannya tetap utuh sampai sekarang. Dia pun ingin meniru melakukan teknologi “balsam” terhadap seekor burung kesayangannya yang telah mati. “Saya menggunakan balsam gosok yang ada di rumah,” kata anak kedua dari pasangan Sudjianto (almarhum) dengan Siti Patmi itu.

Khoirul berharap, dengan percobaannya itu, badan burung tersebut bisa awet dan mengeras. Dengan semangat, ia pun melumuri seluruh tubuh burung tersebut dengan balsam gosok. Sayangnya, hari demi hari berjalan, kata anak petani ini, “Teknologi balsam itu tidak pernah berhasil.” Penelitian yang gagal total itu rupanya meletikkan gairah meneliti yang luar biasa pada Khoirul.

Itulah yang mengantarkan alumnus ITB tersebut kini menjadi asisten profesor di JAIST, Jepang. Dia mengajar mata kuliah dasar engineering, melakukan penelitian, dan membimbing mahasiswa. Saat ini Khoirul sedang menekuni dua topik penelitian yang dilakukan sendiri dan enam topik penelitian yang digarap bersama enam mahasiswanya.

Selama tinggal di Jepang, pria kelahiran Kediri, 22 Agustus 1978 ini menyatu dengan atmosfer penelitian. “Di Jepang, saya benar-benar merasakan level kita sama dengan ilmuwan Amerika Serikat dan Eropa,” kata ayah tiga anak ini. “Perasaan percaya diri seperti ini muncul mungkin karena fasilitas penelitian semuanya lengkap, bahkan mungkin lebih baik.”

Meski berprestasi di Jepang, Khoirul tak ingin selamanya tinggal di sana. Suatu saat ia dan keluarganya akan boyongan ke Indonesia. “Saya bermimpi pulang setelah menjadi orang penting di bidang (telekomunikasi),” kata dia, “Ketika di Jepang, saya merasakan akselerasi ke sana begitu besar, dan setelah punya nama, nanti baru berencana pulang ke Indonesia.” Kapan? Itu yang Khoirul juga tak bisa memprediksinya.

Kini, sembari menunggu harapannya itu terwujud, Khoirul akan terus membenamkan diri di laboratorium. Di luar itu, tentu ia tak akan melupakan keluarganya. Kini, bersama istri tercinta, Sri Yayu Indriyani, dan tiga buah hatinya, Khoirul tinggal di Daigaku Shukusha B-31, Asahidai 1-50, Nomi, Ishikawa, Jepang.

• Tony Gunawan



Tony Gunawan (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 April 1975) adalah seorang pemain bulutangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000. Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Tony berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Victo Wibowo, Candra Wijaya, Halim Haryanto, Bob Malaythong, dan Howard Bach. Pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya banyak menjuarai kejuaraan dan berhasil menduduki peringkat satu dunia. Pasangan ini berhasil meraih medali emas Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Demikian juga saat berpasangan dengan Halim Haryanto, pasangan ini juga berhasil menjuarai berbagai kejuaraan dan menduduki peringkat satu dunia.

Namun saat melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, suami dari Eti Tantra ini menjadi pelatih sekaligus pemain di Orange County Badminton Club, California. Ia mewakili negara tersebut dan berhasil menjuarai beberapa kejuaraan saat berpasangan dengan Howard Bach dan Bob Malaythong.

• Anggun Cipta Sasmi



Anggun Cipta Sasmi (lahir di Jakarta, 29 April 1974) adalah penyanyi asal Indonesia yang saat ini telah memiliki kewarganegaraan Perancis. Ia merupakan putri dari Darto Singo, seorang seniman Indonesia dan Dien Herdina, seorang perempuan yang masih kerabat Keraton Yogyakarta. Mengawali kariernya dengan tampil di panggung Ancol di usia 7 tahun, Anggun kemudian merekam album anak-anak 2 tahun kemudian.

Di bawah bimbingan Ian Antono, Anggun memulai debutnya di Indonesia di tahun 1986 melalui album Dunia Aku Punya. Pada usianya yang masih sangat muda Anggun telah berhasil menggapai puncak popularitasnya sebagai penyanyi rock di Indonesia dengan diraihnya penghargaan "Artis Indonesia Terpopuler 1990-1991".

Pada tahun 1994, Anggun memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan mewujudkan impiannya menjadi artis bertaraf internasional. Dengan bantuan Erick Benzi, seorang komposer besar Perancis, pada tahun 1997, Anggun berhasil merilis album internasional pertamanya, Snow on the Sahara, di lebih dari 33 negara di seluruh dunia.

Saat ini Anggun bermukim di Perancis dan Kanada untuk melanjutkan karier internasionalnya. Sejak tahun 1997, album-album Anggun direkam dalam dua bahasa, Inggris dan Perancis. Dengan 4 album internasionalnya, Anggun tercatat sebagai penyanyi Asia paling sukses di luar Asia.

Dari keempat artikel di atas, ini hanya merupakan sebagian kecil orang – orang berprestasi yang berkarya di negeri orang. Sebenarnya masih banyak lagi anak – anak negeri ini, yang justru diakui dan dipercaya oleh negara lain untuk terus berkarya. Karena kurangnya perhatian yang khusus dari pemerintah negeri ini, sehingga orang –orang seperti mereka harus berkarya untuk negara lain. Seharusnya pemerintah mewadahi mereka agar bisa berkarya untuk negeri tercinta ini. Sayangnya, pemerintah menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada. Padahal, justru orang – orang seperti mereka yang bisa mengharumkan nama Indonesia ke kancah Internasional.
Cerita Elish Selengkapnya...