Sabtu, 23 Maret 2013

  Etika TSI yang harus dilakukan oleh pembuat, pengelola dan pengguna

Apa yang dimaksud dengan etika pada Teknologi Sistem Informasi?

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu "ethikos" yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral yang  mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik dan buruk juga tanggung jawab. Di tengah perkembangan IT yang semakin pesat, kita harus juga mempelajari tentang Etika dan Profesionalisme agar kita tidak salah antar sesama. Mengapa kita harus belajar. Karena etika berhubungan dengan hukum. Jadi bila kita bermasalah dalam etika maka kita bisa memulai pelanggaran hukum. Sebagai salah satu ahli di bidang IT kita akan terbiasa menyimpan data-data elektronik rahasia para klien. Dan inilah yang harus kita simpan dengan baik.

Sedangkan Etika pada Teknologi Sistem Informasi dapat diartikan sebagai suatu norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan Teknologi Sistem Informasi yang ada di dalam lingkungannya.
Etika dan profesionalisme telah diidentifikasioleh Richard Mason pada tahun 1986. Etika dan profesionalisme oleh Richard Mason mencangkup privasi, akurasi, property dan akses.
Privasi : hak individu dalam mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lainyang tidak berhak.
Akurasi : Factor utama dalam SI. Ketidak akurasian sebuah informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, bahkan membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Property : Perlindungan terhadap hak property yang sedang dilakukan saat ini yang dikenal sebutan HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual ). Kekayaan itu diatur melalui 3 mekanisme, yaitu hak cipta ( copyright ), paten dan rajasia perdagangan (trade secret ).
Akses : Penyediaan akses untuk semua kalangan

Kapan etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan ?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Sebagai contoh disuatu perusahaan, semua pegawai yang hendak menggunakan TSI harus menggunakannya sesuai aturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam perusahaan. Ada beberapa isu-isu etika yang harus diperhatikan, seperti:
1. Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2. Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan ?
3. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.

Etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan dimana pada saat para IT profesional ini melakukan kegiatannya yang ditujukan khusus kepada Software Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.

Siapa yang melakukan Etika TSI ?
Etika TSI harus dilakukan oleh :
a. Pengguna Teknologi Sistem Informasi
Pengguna TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.
Para pekerja dibidang teknologi informasi  sangat berperan sebagai pengguna TSI dan terbagi menjadi 3 kelompok :
1. sistem analis
2. orang yang bergelut dengan perangkat keras
3. orang yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi

b. Pengelola Teknologi Sistem Informasi
Dalam era kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi. Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia .
Pengelola TSI harus mampu memberikan informasi yang benar, tepat dan dapat bertanggung jawab atas informasi yang disampaikan karena merupakan bahan referensi dalam membuat suatu keputusan.

c. Pembuat Teknologi Sistem Informasi
Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.
Dimana pembuat TSI harus menghargai hak cipta, yaitu hak yang dijamin oleh kekuatan hukum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa izin yang berhak.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang etika dalam Teknologi Sistem Informasi !
Pencurian hardware
Pembajakan atas software yang kita buat
Pencurian password dan username untuk disalah gunakan tanpa tanggung jawab
Membuat situs jual beli tanpa pertanggung jawaban dan masuk kategori penipuan.
Saling ejek-mengejek di dalam suatus situs jejaring social

REFERENSI :
  1. http://duniahidayat.blogspot.com/2012/03/1.html
  2. http://riyandari.blogspot.com/2012/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html
  3. http://telematika-shinta.blogspot.com/2010/04/artikel-etika-dan-profesionalisme-tsi.html
  4. http://yolyhippo.blogspot.com/2012/03/etika-profsionalisme-tsi.html


0 komentar: